Tokoh Matematika Yang Terkenal di Dunia

Tokoh Matematika Yang Terkenal di Dunia

Setiap orang tentu ingin memiliki prestasi yang cemerlang, baik dalam bidang science maupun yang non-science. Karena prestasi bukan semata-mata bisa didapatkan hanya dengan sebuah keberuntungan saja, melainkan juga memerlukan kerja keras dan ketekunan dalam belajar. Karena nantinya, prestasi tersebut bisa mengharumkan nama kita sendiri dan biasanya skill yang sudah kita dapatkan akan berguna pada saat kita sudah memasuki dunia kerja.

 

Bagi mayoritas pelajar, matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang paling ditakuti, sebab bukan hanya isinya yang penuh dengan angka, terkadang rumus penyelesaiannya juga terbilang rumit. Kita seolah harus menemukan rumus jitu agar bisa menyelesaikan perhitungan dengan benar. Meskipun ditakuti, tapi sebenarnya tidak ada ruginya kita belajar matematika selama sekolah, karena ilmu matematika sejatinya sangat melekat erat dengan kehidupan kita sehari-hari, karena ilmu yang satu ini merupakan ilmu dasar untuk berpikir.

Di dalam sejarahnya, tulisan yang berkaitan dengan matematika kuno sudah muncul pada zaman Babilonia di tahun 1900 SM, yaitu yang diberi nama sebagai Plimpton 332. Lalu, setelah kemunculan tulisan Plimpton 332 barulah muncul Lembaran Matematika Rhind yang merupakan ilmu matematika yang berasal dari Mesir pada tahun 2000-1800 SM. Selain itu, di Mesir juga ditemukan adanya Lembaran Matematika Moskwa pada tahun 1890 SM. Ketiga penemuan tersebut membahas mengenai teorema Phytagoras yang merupakan salah satu metode pengembangan dari ilmu matematika tertua. Phytagoras sendiri juga menjadi salah satu metode yang paling banyak penyebarannya, setelah adanya ilmu aritmatika dasar dan juga ilmu geometri.

Perkembangan ilmu matematika yang dimulai dari zaman kuno hingga pada ke zaman abad pertengahan. Banyak sekali tokoh-tokoh yang pandai di bidang matematika dan memunculkan banyak teori dan metode baru. Misalnya pada abad ke 16 atau abad Renaissance di Italia, ilmu matematika terus berkembang di sana dan adanya konsep baru juga yang dipakai untuk menyelesaikan rumus di dalam matematika. Di Athena, ilmu matematika ini diajarkan dengan cara yang berbeda, yakni dengan cara menggunakan metode geometri dan aritmatika. Hingga kemudian, konsep mengenai aritmatika ini dipecah menjadi kalkulasi yang hanya akan diajarkan pada para pengrajin dan orang-orang dari kelas menengah. Karena pada saat itu, orang dari kelas menengah ke bawah hanya bisa bersekolah di rumah saja, sedangkan bagi orang yang berasal dari kaum pekerja hanya bisa mengikuti kelas matematika sebagai pendidikan formal mereka. Berbeda dengan orang-orang yang berasal dari kalangan kelas atas yang bisa melanjutkan jenjang pendidikan mereka hingga ke universitas atau ke akademi yang didirikan oleh Plato, Aristoteles, ataupun Phytagoras.

Sedangkan yang terjadi di Roma kuno juga tidak berbeda dengan sistem pembelajaran yang dianut di wilayah Athena tersebut. Di Roma Kuno, banyak masyarakatnya yang merasa bahwa pekerjaan yang memerlukan adanya retorika, oratio, dan logika adalah pekerjaan yang jauh lebih mulia, jika dibandingkan dengan pekerjaan yang berhubungan langsung dengan ilmu pengetahuan alam dan angka. Tetapi kenyataannya, justru banyak masyarakat yang berasal dari kelas atas yang merendahkan masyarakat dari kelas bawah yang menurut mereka memiliki pemikiran yang sempit. Sebab, bagi masyarakat kelas atas, mereka yang sukses dan memiliki karir bagus justru yang berkaitan dengan matematika yang cakupannya luas. 

Ketika Gerbert D’Aurillac menjadi Paus pada tahun 999 SM, ia membuat salinan dari tulisannya sendiri yang berasal dari dokumen Boethius, dan menjadikannya sebagai pembelajaran yang penting di dalam lingkup gereja. Hingga mulai pada saat itu, ilmu mengenai matematika menjadi populer dan banyak disebarluaskan. Tidak hanya berhenti sampai disitu saja, ilmu matematika ini juga menjadi salah satu persyaratan utama di setiap sekolah selama lima abad berturut-turut. Sedangkan di wilayah Inggris, seseorang bernama Robert Recorde menulis buku teks matematika agar banyak pelajar bisa lebih memahami tentang metode penjumlahan, pengurangan, dan pecahan yang ada di dalam ilmu matematika. Setelah Robert lulus dari Cambridge, ia mulai mencetuskan tentang betapa pentingnya memperbaiki metode matematika di dalam semua sistem pendidikan. Namun, sayangnya pada saat itu di Inggris masih banyak sekolah yang bersifat kolot. Hingga pada tahun 1823, ilmu tentang kalkulus diferensial mulai dimasukkan ke dalam kurikulum. Semenjak saat itu, University of London mulai menyediakan pendidikan di bidang matematika dan ilmu fisika. DImana di universitas tersebut, Augustus De Morgan yang menjabat sebagai dekan di jurusan matematika mulai memperkenalkan cara mengajar yang baru di kelas matematika. Dengan metode pembagian kertas ujian inilah, semua murid bisa mengungkapkan bagian-bagian mana yang masih belum paham, dan mana yang sudah dipahami. Dengan begitu, metode ini lebih efektif di dalam pembelajaran, karena setiap sesi Augustus De Morgan akan membahas lebih lanjut pada bagian yang kurang dipahami oleh murid-muridnya. Dan karena perkembangan pesat inilah, kita bisa mengenal tentang metode-metode baru yang ada di dalam rumus matematika, yakni aljabar, kalkulus, diferensial, pemfaktoran, trigonometri, geometri, kuadrat, parametrik, linear, dan perhitungan bunga.

 

Tokoh-Tokoh Matematika Yang Terkenal di Dunia

1. Phythagoras

Merupakan salah seorang ahli dalam bidang matematika trigonometri. Dan karena semua karyanya dinilai sangat luar biasa dengan hasil yang selalu akurat, Phythagoras sendiri disebut sebagai Bapak Matematika modern. Karena pada awal ditemukannya ilmu matematika, teori yang dikemukakan Phythagoras masih berupa ilmu dasar mengenai perhitungan sistematis.

 

2. Leonhard Euler

Leonhard Euler ini menyebarluaskan sebagian dari terminologi matematika kontemporer dan notasi yang sangat berguna untuk menganalisis permasalahan matematika. Hingga ia mendapat julukan sebagai Raja Matematika, ia juga merupakan matematikawan terbesar sepanjang masa. Meskipun Leonhard ini seorang tuna netra, tetapi dirinya sangatlah jenius jika menyangkut soal matematika. Saking jeniusnya, Leonhard dianggap memiliki kejeniusan yang setara dengan Albert Einstein. Dan karya yang terkenal darinya adalah mekanika, optik, astronomi, dan dinamika fluida.

 

3. Isaac Newton

Meskipun ia lebih dikenal sebagai salah satu ilmuwan yang terkenal, tetapi Isaac Newton juga sangat unggul di bidang matematika. Newton pernah menemukan ilmu tentang hukum gerak, teori gravitasi, dan rumus kalkulus. Sehingga bisa dibilang bahwa Isaac Newton sangat berkontribusi besar di bidang matematika yang kita kenal hingga saat ini.

 

4. Aryabhata

Aryabhata lahir di Kerala, India. Dia merupakan penemu angka nol dan juga nilai pi. Selain itu, Aryabhata merupakan astronom pertama yang mengemukakan bahwa bumi itu bulat. Dalam sejarahnya, Aryabhata berhasil menemukan panjang akord lingkaran, serta menjadi pencetus munculnya metode baru untuk mengekstraksi akar kuadrat, aritmatika, dan lainnya dalam hal matematika.

 

5. Archimedes

Pada zaman klasik, ia merupakan salah satu ilmuwan yang terkenal. Archimedes dikenal mencetuskan metode baru di dalam dunia matematika, yakni dengan menggunakan metode kelelahan sebagai dasar untuk menghitung luas di bawah busur parabola, serta memiliki perkiraan “pi” yang sangat akurat. Dan hingga kini, penemuannya itu dinyatakan sebagai salah satu karya yang terkenal di kalangan masyarakat.